Bisikan tanpa Bunyi

Heran
lolongan loudspeaker dari atas mihrab
yang terhormat itu
sama sekali tak kudengar
mungkin karena terlalu keras memekak
atau karena suara itu telah menjelma rutin
yang merampas minat
atau karena aku kini benar-benar tuli
kukorek lubang kupingku jauh ke dalam
jangan-jangan ada batu yang membuntu
harus aku cukil
tapi sampai tembus lubang kuping yang satu
aku tetap tak mampu mendengar
aku kesal
kupotong kedua daun telinganku
aku tak butuh telinga [...]

Posted at 3:13 am on April 21, 2009 | 1 comment | Filed Under: Uncategorized | Tagged: , , , , | read on

Mimpi Pemimpin Negeri

Wahai para [kandidat] pemimpin ….
mimpikan memimpin negeri gemah ripah lohjinawi
tanah mengembur, padi palawija dan sayur hijau royo-royo
sungai jernih mengalir di bawahnya ikan cantik menari-nari
hutan rimbun dedaunan, burung bercengkrama dan berkicau
mimpikan rakyat aman sentosa di bawah katulistiwa
sandang pangan papan cukup kesejahteraan terjaga
bersekolah bergelar dan tertampung lapangan kerja
berusaha bergotong royong berselaras saling menjaga
mimpikan jadi pemimpin yang adil [...]

Posted at 2:54 am on April 21, 2009 | leave a comment | Filed Under: Uncategorized | Tagged: , , , , , , | read on

About

Dalam setiap noktah hidup selalu tersimpan rahasia. Seperti ketika Sang Pencipta berkreasi dengan rumus misteri “kun, fayakun” (jadilah, maka menjadi).

Puisi dan prosa ini adalah bagian dari mengungkap rahasia itu, meski sebatas yang tertangkap oleh mata, terdengar oleh telinga, dan tercium oleh hidung; dari pojok-pojok kehidupan.

Semoga lebih dari itu, hati pun mampu mengungkapnya lebih mendalam.

Maka, dengan Pojok Hati, kami bertutur, berbagi, dan berempati.

Salam,

Mohammad Nurfatoni