Memeluk Laut Terbakar Api
aku memeluk laut biru mencengkeram dan mengangkangi tapi aneh aku terbakar api kulitku mengelupas ototku hitam legam arang rontok menjadi abu kelabu aku berderai-derai jantungku meleset menohok matahari hatiku menukik membelah bumi otakku semburat menghambur angin darahku muncrat mengelap debu tulangku terurai menerjang badai kini jiwaku bebas tak bertepi lepas menumpas riuhnya sepi aku berkelana [...]
Sisa Senyum : tkw & prt tersiksa
sejumput senyum kutemukan tersudut di bibirmu menyeruak dari kelam wajah tak berdosa sederet luka tiada kira tersembunyi dalam sebulir air mata menetes deras mengabarkan duka tirus bekas sayatan nestapa membongkar rupa ada asa tiada kuasa bagai budak mengabdi tuan gemericik dollar memanggil nyawa mengubur rasa kemanusiaan kita Mohammad Nurfatoni, ’08