Memeluk Laut Terbakar Api

aku memeluk laut biru mencengkeram dan mengangkangi tapi aneh aku terbakar api kulitku mengelupas ototku hitam legam arang rontok menjadi abu kelabu aku berderai-derai jantungku meleset menohok matahari hatiku menukik membelah bumi otakku semburat menghambur angin darahku muncrat mengelap debu tulangku terurai menerjang badai kini jiwaku bebas tak bertepi lepas menumpas riuhnya sepi aku berkelana [...]

Posted at 6:37 am on Juni 3, 2011 | tinggalkan komentar | Filed Under: Ketuhanan, Puisi Citra Diri, Sajak, Spiritualitas | Ditandai: , , | read on

Sisa Senyum : tkw & prt tersiksa

sejumput senyum kutemukan tersudut di bibirmu menyeruak dari kelam wajah tak berdosa sederet luka tiada kira tersembunyi dalam sebulir air mata menetes deras mengabarkan duka tirus bekas sayatan nestapa membongkar rupa ada asa tiada kuasa bagai budak mengabdi tuan gemericik dollar memanggil nyawa mengubur rasa kemanusiaan kita Mohammad Nurfatoni, ’08

Posted at 6:31 am on Juni 2, 2011 | tinggalkan komentar | Filed Under: Puisi, Puisi Terdedikasikan, Sajak | Ditandai: , , | read on

Perihal

Dalam setiap noktah hidup selalu tersimpan rahasia. Seperti ketika Sang Pencipta berkreasi dengan rumus misteri “kun, fayakun” (jadilah, maka menjadi).

Puisi dan prosa ini adalah bagian dari mengungkap rahasia itu, meski sebatas yang tertangkap oleh mata, terdengar oleh telinga, dan tercium oleh hidung; dari pojok-pojok kehidupan.

Semoga lebih dari itu, hati pun mampu mengungkapnya lebih mendalam.

Maka, dengan Pojok Hati, kami bertutur, berbagi, dan berempati.

Salam,

Mohammad Nurfatoni


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.