Adzan Penanda Waktu
Sebuah masjid besar
halaman parkir memuat 50 mobil
adzan dhuhur dikumandangkan
lima, sepuluh, tiga puluh menit berlalu
jamaah dhuhur belum ditegakkan
tak ada pribumi yang datang
malah seorang salesman menjadi makmum tahiyatal masjid-ku
belum ada juga iqamat
ah …rupanya adzan tadi penanda waktu shalat
bukan panggilan jamaah shalat
(suatu hari di masjid Plumpang, Tuban)
Tuban, 16-10-2007
Mohammad Nurfatoni
About this entry
You’re currently reading “Adzan Penanda Waktu,” an entry on Pojok Hati
- Published:
- Desember 18, 2007 / 6:54 am
- Category:
- Puisi, Puisi Perjalanan
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]