PAGI-kan SIANG DAN MALAM-mu!

Pagi tiba tak pernah ingkar janji   pagi ini dengan kemaren rasanya sama mentari tetap merekah burung-burung tetap berkicau udara tetap segar hanya aku belum bergegas pergi   tersenyumlah bagi yang telah beraktivitas pagi karena sebentar lagi mentari meninggi dan burung-burung pun akan pergi   tapi pagi sebenarnya bukan saat yang sesaat itu pagi adalah […]

Posted at 3:51 am on September 29, 2012 | Tinggalkan komentar | Filed Under: Puisi Terdedikasikan, Sajak | Ditandai: , , , , | Baca lebih lanjut

KICAUAN KEINDAHAN dan GEMERLAP YANG MEMADAMKAN

Pagi terakhir di bulan terakhir? ah, burung-burung tak peduli ini tanggal berapa ~berkicau di pagi hari tanpa jeda sementara kilatan kembang api hanya datang di suatu pesta tentu kicauan burung bukan kembang api ~yang sekali hidup setelah itu mati dengarkan kicauan burung yang membangkitkan dan lihatlah kilatan kembang api yang memadamkan perhatikan kicauan burung yang […]

Posted at 3:22 am on September 29, 2012 | 1 komentar | Filed Under: Puisi Perjalanan, Sajak | Ditandai: , , | Baca lebih lanjut

Perihal

Dalam setiap noktah hidup selalu tersimpan rahasia. Seperti ketika Sang Pencipta berkreasi dengan rumus misteri “kun, fayakun” (jadilah, maka menjadi).

Puisi dan prosa ini adalah bagian dari mengungkap rahasia itu, meski sebatas yang tertangkap oleh mata, terdengar oleh telinga, dan tercium oleh hidung; dari pojok-pojok kehidupan.

Semoga lebih dari itu, hati pun mampu mengungkapnya lebih mendalam.

Maka, dengan Pojok Hati, kami bertutur, berbagi, dan berempati.

Salam,

Mohammad Nurfatoni