Bisikan tanpa Bunyi

Heran
lolongan loudspeaker dari atas mihrab
yang terhormat itu
sama sekali tak kudengar
mungkin karena terlalu keras memekak
atau karena suara itu telah menjelma rutin
yang merampas minat
atau karena aku kini benar-benar tuli

kukorek lubang kupingku jauh ke dalam
jangan-jangan ada batu yang membuntu
harus aku cukil
tapi sampai tembus lubang kuping yang satu
aku tetap tak mampu mendengar

aku kesal
kupotong kedua daun telinganku
aku tak butuh telinga lagi, gumamku

tapi aneh
tanpa kuping
justru aku mendengar berdesir-desir bisikan
jernih tanpa gema
lembut penuh wibawa

aku bertanya:
dari mana suara itu kudengar
lewat apa aku mendengar
itukah bisikan tanpa suara
tanpa aksara

Sidojangkung, 25 Pebruari 2008
Mohammad Nurfatoni

Iklan

About this entry